jenang ekspreso
Tuangan Sayang Bersama Huruf tanpa Kuah, Gula juga Garam - just art
Penambahan minat
KeBeranian Sirai Mu
Dalam Guna Baru
Memandang rangkai perubahan
Dalam masa yang terus berubah
Ia yang pernah menjadi penghuni
Rumpun terbesar dan rimbun...
Kini dalam kisah yang menjadi bagian
Dari penggalan musim kering
Ujung bagiannya yang telah terbelah
Menghimpit keharusan arah sangga
Kemana condongnya batang.
Terjauhkan oleh sengat musim
Seraya merunduk memanggil rumah
Hingga dibiarkanya kedatangan baru
Menghadapnya kelayakan bentuk
Tanpa menanti suara dari mentari
Bila kehangatannya yang dinanti
Dan dibutuhkan dalam bentuk barunya
Bemtuk yang akan datang
Pada hari yang tidak lagi sama
Alangkah terasa lama baginya;
Tidak seperti narasi yang secepat kilat dapat dibangunnya,
Jauh dari manisnya ujaran yang telah dinamai sebagai janji...
Himpitan itu tiada terlepas, juga tidak pergi pada hari yang sama,
Ujung lain tertopang lebih rendah, tanpa perlu merisaukan dengan perendaman gundah, kendati berbasah dengan aliran sisa yang memekat...
Semua tiada lain katanya, semua itu demi menjaga arah. Tempat yang sebenarnya tidak pernah sedikit pun kutahu, ...pasti? Kubiarkan saja semua juga demi ... untuk apa lagi!😃🤔
Omelan Kecil
Semula yang ingin kubicarakan adalah omelet, lalu mengapa jadi bergeser...?
$emua itu tentu bukan karena hidangan yang keluar dan langsung kelihatan, bukan hanya sebagai latar belakang, tetapi sering bisa di ceritakan oleh semua yang ada bagaimana aromanya.
Juluran lidah dan kekesalan masih terbayang ia dengan kerasnya ngomel "profesor kentut!", walau diselingi juga dengan tawa kecil juga senyumnya laksana dalam baur suasana hatinya yang geli, kesal juga mengandung kelucuan.
Adakah ia duduk di sana karena baru ketemu dengan profesor yang sudah ingin ditemuinya beberapa hari yang lalu, apakah dia gagal berjumpa atau mendapatkan tanggapan yang tidak ia harapkan?
Akan menjadi cerita menarik bila saja ada perjalanan mencari tahu akan penyebab semua itu, gumam kecil itu seperti membangunkan penuhnya kepala lelah mengeja keadaan yang cepat berubah.
Untunglah belahan gagasan terkadang menunjukkan pentingnya kenyataan. Seperti kenyataan bahwa profesor juga adalah manusia biasa, sama-sama punya kepuasan dan kelegaan seperti orang kebanyakan apabila dapat kentut. Dan seperti apa bila tidak bisa juga sama-sama gelisahnya, jadi dia yang baru saja mendapatkan bagian Dar profesornya itu tidak merasan kelegaan tapi kekesalan... apa yang perlu dicari-cari dari omelan itu.. lagi?
Jadi kamu profesor itu?😝
MODIFIKASI MAKANAN
Keisengan jari lentik
Tidaklah mengapa jauh dari artistik
Harap kecil menghibur diri sendiri dan adik
Tidak pula yang bertandang terusik
Andai mereka biasa mahir mengulik
Kuminta santai saja tanpa sibuk dengan kertas secarik
Apalagi menderetkan kajian menarik
Membalik dan membalik tuangan seasal ini bagai kajian akademik
Lebih baik sadarlah sedikit ada yang terarah padamu sedang melirik...
Jangan ke-gr-an, atau beranggapan atau merasa ia tertarik..
😝
Organ
Bilik-bilik kosong
Sepi
Aku sendiri
Datang
Mencari nama
Keadaan itu
Namun tetap saja
Hanya hening
Berandai muncul
Bedanya nama lain
Masih tanpa suara
penghuni dimana berada
Haruskah berubah
Kudatang seperti. ...
=====
Sepertiga melihat-lihat
Seakan memberikan penafsiran
Kuarahkan pandangan
Juga pada sebagian darinya
Seakan ada yang menampakkan
Sebuah ekspresi
Mereka menamainnya "naksir"
Masih seperti mencuri pandang
Tidaklah mengapa, tiada pula karenanya
Yang dibikin kehilangan
Tau akan dirinya sendiri
Pastilah bukan satu bagian bilangan
Atau dikata sang prioritas....
Kecuali jika ada keajaiban semisal dari atasan yang punya kuasa
Namun kudengar satu bisikan lain dari salah satu ruang
Jangan pernah menutup kenungkinan
Ada yang sangat paham dan mengerti, tentang maksud hatimu
Mengerti seperti ia yang tidak akan menggunakan hanya atasan, tanpa melibatkan atau memakai bawahan,
Bawahan tetap saja ...
Dibutuhkan...😥😘🦄
Wow... seperti harmoninya instrumen... ada nada tinggi juga ada yang rendah *#
Dengan Team Sendiri
teruskan minatmu
