Tatkala caramu datang dalam kisah kecil
Mengisi cerita pagi yang sedang hampa
Tiada lagi dapat membendung suara ini
Bagai mempercepat lembaran dongeng
Sang penjaga sejati pemilik;
Hati yang dirundung terik
tanpa kerudung melampaui kering
Gontai langkah kaki berotot tanpa pekik;
Memaksa matamu kian terarah
Memandang muasal suara itu;
Suara ini mungkin sangat dalam,
Jauh da_*€£ri layak menyebut engkau sebagai pemilik,
Tidak pula dapat kau temukan
Dari dalam isinya, yang memilih cara langsung,
Menyebutkan dirimu sebagai bidak terbaik,
Apalagi untuk itu, apakah namamu ada didalamnya pun banyak yang turut mempertanyakan;
Andai kau sempat mengeja keinginanmu sendiri mencari utuh wajahnya, sementara ia hanya datang dengan telinganya;
Harusnya engkau telah sangat tahu, bahwasannya itu bukan untuk didengarkan, atau yang terbaik untuk dilihat,
Harusnya langkahmu yang ingin didengarkan apakah pijakanmu kokoh,
Sepantasnya engkau menjelaskan tentang banyak pilihan dan keinginan yang tidak selalu harus menjadi keputusan,
Tidak layak engkau menolak pandangan yang menyuarakan tentang buah fakta dan benarnya muatan gagasan baik yang kauundang atau yang spontan bermunculan adalah bagian dari serpihan dirinya,
Ia yang telah tiada tampak lagi padamu, karena tidak ada sekecil berkas cahaya pun sampai pada engkau Sang pemilik pranalaπ§
